Hari Donor Darah Dunia (World Blood Donor Day)

Sejak tahun 2005 lalu tanggal 14 Juni dinyatakan sebagai Hari Donor Darah Sedunia (HDDS). Pada mulanya ini ditujukan untuk menarik sukarelawan baru dalam mendonorkan darah dan juga sebagai penghargaan kepada semua pendonor darah di seluruh dunia yang secara rutin mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali.
Mengapa Juni dan tanggal 14 dipilih sebagai peringatan Hari Donor Darah Sedunia? Alasannya adalah karena pada tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Karl Landsteiner, pemenang hadiah Nobel yang menemukan sistem golongan darah ABO. Hal ini diharapkan dapat menjadi perayaan tiap tahun sebagai penghargaan dan peran penting pendonor darah di seluruh belahan dunia.
Ada beberapa organisasi bertaraf internasional yang turut serta mencetuskan HDDS antara lain, The World Health Organization (WHO), International Society of Blood Transfusion (ISBT), International Federation of Blood Donor Organizations (FIODS) dan the International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). HDDS diadakan untuk meningkatkan kesadaran mendonorkan darah bagi kemanusiaan, karena masih banyak orang yang belum menyadari betapa pentingnya mendonorkan darah, bagi orang yang membutuhkan dan terutama bagi diri sendiri.
Setiap detik setiap hari, orang di seluruh dunia, dari segala usia dan dari semua lapisan masyarakat memerlukan transfusi darah untuk bertahan hidup. Dunia masih kekurangan darah untuk didonasikan. Saat ini 40 persen darah yang terkumpul didonasikan untuk negara berkembang, karena negara berkembang memiliki penduduk banyak dan membutuhkan donor darah lebih banyak. World Health Organization (WHO) bercita-cita agar pada tahun 2020, semua negara sudah dapat memperoleh seluruh kebutuhan darahnya dari donor sukarela yang tidak dibayar. Sementara sekarang ini, hanya 62 negara yang memiliki persediaan darah nasional dari hampir 100% donor darah yang tidak dibayar, termasuk Indonesia sedangkan negara lainnya masih bergantung pada donor keluarga dan donor yang dibayar.
Pada tahun ini Momentum Hari Donor Darah Sedunia, kita mengapresiasi kepada Pedonor Darah Sukarela yang telah melakukan baktinya dengan penuh dedikasi, bahkan dalam situasi yang sulit terkadang membahayakan, untuk memberikan bantuan kepada sesama manusia yang paling rentan, dan mempromosikan gerakan gotong royong.
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2015 ini, kita mengangkat tema “Terima kasih telahmenyelamatkan nyawaku “ Thank you for saving my life , dengan harapan menimbulkan semangat kemanusiaan pada diri setiap Pedonor Darah Sukarela PMI untuk terdorong bersama-sama PMI berperan dalam kegiatan Kemanusiaan yang nyata dan langsung kepada masyarakat.
“Terima Kasih telah menyelamatkan nyawaku “ “Thank you for saving my life “ , Sebagai penghargaan dalam penyebaran nilai- aksi-kemanusiaan sekaligus nilai-nilai kepalangmerahan yang terus berkobar dan terus berkelanjutan membantu umat manusia di dunia tanpa memandang suku, bangsa , agama dan ras.
(Sumber : http://mjeducation.co/setiap-pendonor-adalah-pahlawan-hari-donor-darah-se-dunia-2012/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar